Tuesday, April 21, 2009

Lonceng Jam Pada Repeater

by: Syahriyan (YC7KG)

Aktivitas amatir radio adalah sebagai hobby, sebagai hiburan, sebagai sarana komunikasi dan silaturahim dengan sesama rekan amatir melalui radio.
Sebagai hobby dan hiburan kita harapkan tidak melupakan aktivitas utama.

Pada proyek ini rekan-rekan Pamaton menambahkan bunyi jam pada repeater.
Jam akan berbunyi setiap jam, sehingga bisa membantu mengingatkan waktu bagi rekan-rekan amatir yang sedang berkomunikasi.

Bahan yang diperlukan:
  • Sebuah penunjuk waktu (Jam dinding) yang berbunyi setiap jam, bunyi sesuai selera
  • Rangkaian sakelar peka cahaya
  • Led diode 3 volt
  • Diode IN4148
  • Varibel resistor 5K ohm

Rangkaian ini dibantu oleh sakelar peka cahaya
  • suara yang dihasilkan dari jam melalui speaker kita paralel dengan led diode 3 volt, sehingga bila jam berbunyi led diode akan mengeluarkan cahaya.
  • Cahaya yang dikeluarkan dari led diode kita arahkan pada LDR, antara Led diode dan LDR kita masukan dalam kotak kecil kedap cahaya, sehingga cahaya dari led terfokus pada LDR
  • LDR yang terkena cahaya akan mengaktifkan relay, dari relay ini kita hubungkan pada switch PTT TX radio repeater ( sesuaikan dengan jenis TX repeater).
  • Pengaturan suara dari jam (out put speaker) kita atur agar tidak over modulasi dan output audio dari jam kita paralel dengan pin in audio pada bagian TX repeater
Skema Rangkain sakelar peka cahaya sama pada tulisan terdahulu (Remote control repeater).

Jika pemasangan tepat, pada repeater kita akan berdentang bunyi jam dinding pada setiap jam, dan kita selalu ingat dengan waktu dan aktivitas utama.

Selamat mencoba, semoga berhasil.....

Tuesday, March 17, 2009

Modifikasi Icom IC-2n Untuk Repeater

YC7KG (Syahriyan)


Halo... kawan-kawan amateur radio dan penggemar electronic radio, mungkin tidak lupa pengalaman kita dulu 10 atau 20 tahun silam. Mungkin sebagian dari kita pernah menggunakan Handy Tranceiver versi Icom IC-2n.
Banyak kenangan atau cerita dari jenis HT ini, pengalaman kami 25 tahun silam pertama kenal radio jenis VHF 2 meter band dari Icom IC-2n, dengan antena pecut (tarik). Asik juga, mau pindah frekuensi mesti garuk dulu alias digiling dialan HT, he, he, he......, pengalaman anda, mungkin lebih seru.., masih koleksi radio ini....???, jika ada coba deh buat experiment......


Penggunaan Icom IC-2n pada repeater, cara yang gampang, rekan bisa menggunakan dua radio, satu pada input dan satu radio pada output, oke juga ....yang penting bisa gabung di repeater dengan daya yang minim, bisa ngobrol dengan rekan jauh...                                                             
(Tidak termasuk Icom IC-2at atau yang sejenis, suadah tersedia fasilitas Duplex dan Simplex)


Pada kesempatan ini kami mengajak kawan-kawan untuk berkreasi dengan modifikasi jenis radio ini, yaitu kita manfaatkan untuk bisa memasuki frekuensi repeater, input 146.02-146.28 Mhz, output 146.62-146.88 Mhz. Caranya, hanya perlu beberapa komponen, dan mau bongkar radio dan yang penting hati-hati, supaya radio nggak trouble.
  • Langkah pertama buka radio dan lihat feeder (kabel pita) dialan HT yang mengarah pada IC PLL TC9122P. Feeder line yang menghubungkan pada ic pin 8 dan 9 kita putus dengan cara menyedot timah yang menghubungkannya(lihat gambar ke-2).
  • Langkah kedua kita siapkan sebuah relay ukuran kecil, 5volt dc, 6 pin, dua buah diode 1A, kabel secukupnya.
  • Langkah ke tiga kita pasang kabel pada feeder line yang sebelumnya terhubung dengan pin 8, kemudian pada pin 8 yang terhubung langsung pada IC PLL, panjang kabel 6 cm.
  • Langkah ke empat lakukan pemasangan kabel pada feeder line yang terhubung pada pin 9, (seperti langkah tiga).
  • Langkah 5 hubungkan kabel ke relay agar feeder line terhubung kembali dengan IC PLL TC9122P, pada pin 8 dan pin 9. Jika relay terpasang dan terhubung dengan benar radio bekerja sesuai dengan posisi angka pada dial.
  • Langkah 6, hubungkan kaki + dan - relay pada sumber tegangan. Sumber tegangan +5 volt dc, bisa kita hubungkan pada kabel berwarna kuning pada PCB sebelah dalam (tegangan ini muncul, jika radio dalam keadaan transmit), kabel - relay kita hubungkan pada ground, (gambar ke 4)
  • Selesai sudah sekarang, atur posisi relay dan kabel agar radio bisa kembali tertutup rapi, selanjutnya kita coba semoga bekerja sesuai harapan.

Kawan-kawan amateur, dengan menambah relay, radio HT kita bisa transmit pada repeater dengan duplex -600Khz, tidak bisa dupelx +600Khz, dan frekuensi yang bisa antara output 146.79, 146.78, 146.77, 146.76 Mhz dan seterusnya hingga 146.62 Mhz.

Kabel + pada relay bisa kita pasang sakelar pemutus dan letakan sakelar di bawah posisi rf hi/low. Fungsi sakelar ini, jika tegangan relay kita putus maka radio HT bekerja normal seperti sebelum dimodifikasi dengan relay. Jika tegangan terhubung ke relay, pada saat radio transmite diposisi dial (misalnya 146.76 Mhz) maka radio trasmite pada frekuensi 146.16 Mhz.

Demikian kawan-kawan walaupun banyak kekurangan dan kelemahan, lumayanlah bisa kita manfaatkan pada frekuensi yang tertera di atas. Selamat QSO...


Semoga bermanfaat, Terima Kasih....73..

Saturday, December 20, 2008

REPEATER PAMATON YB7ZGP


YB7ZGP PAMATON REPEATER 146.760 MHZ, -6ooKhz Offset
Pamaton Repeater, berada tepat di puncak Gunung Pamaton, dengan ketinggian 315 meter dari permukaan laut, berada di desa Kiram Mandiangin, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar Kalimantan Selatan Indonesia, (QTH Locator OI76LL)

Radio repeater (RPU) didirikan oleh rekan-rekan Orari Lokal Banjarbaru dan Orari Lokal Banjar. Awal transmite repeater ini pada tanggal 10 mei 2007.


Radio yang digunakan Reciever Motorola GM300, Transmiter Kenwood TM 201A, running power 15 watt. Antenna untuk transmite dan receive adalah jenis Vertical
Dari Banjarmasin (Ibukota propinsi), Gunung Pamaton berada di sebelah timur dengan jarak kurang lebih 55 Km, dan dari Martapura (kota Intan) serta Banjarbaru berjarak 22 Km.





Power Supplay menggunakan accu basah 12 Volt, 2 x 200 A, Pengisian Accu dengan solar sel dan kincir angin sederhana (daya 3-5 Ampere, 12 Volt).
Turbin tenaga angin (wind power turbine) sebagai alternatif untuk pengisian accu.


Turbin angin masih dikembangkan, agar mendapatkan hasil yang optimal.

Solar sel (power tenaga matahari) masih terbatas (13 keping 12Volt, 2,5 Ampere),

Repeater ini masih dalam tahap pengembangan, serta penyempurnaan yang terus dilakukan oleh rekan-rekan amatir radio Lokal Banjarbaru dan Banjar